Kemacetan saat ini
merupakan hal yang wajar terjadi, terutama di koat-kota besar. Dan
penyebabkemacetan itu juga bermacem-macem. Ada yang karena perbaikan jalan, ada
kegiatan warga, dan ada juga yang karena ada suatu kecelakaan. Kecelakaan bisa
jadi biang kemacetan karena jadi tontonan. Ini budayanya masyarakat kita. Kalo
ada kecelakaan malah yang nonton rame. Mungkin mereka ngiranya ada atraksi
gitu. Maklum kurang hiburan. Penyebab lain adalah karena semakin banyaknya
kendaraan pribadi di jalan-jalan. Itu jalanan yang tainya lebar seakan menjadi
sempit gitu. Orang cenderung bepergian menggunakan kendaraan pribadi daripada
naik kendaraan umum. Padahal naik kendaraan umum kan juga murah. Selain murah
juga nggak usah nyetir sendiri. Enak kan kalo naik kendaraan umum. Seakan-akan
kita jadi tuan, tapi jangan lupa bayar.
Gua suka naik kendaraan
umum, karena murah dan lebih praktis. Dan kendaraan umum yang paling gua suka
itu adalah kereta api. Dari dulu, dari gua masih kecil gua suka kalo diajak
naik kerta api. Itu mulai dari yang karcisnya masih tebel kayak bedaknya
cabe-cabean sampe yang sekarang tipis kaya bajunya cabe-cabean gua pernah naik.
Karena menurut gua kereta api ini kendaraan yang sopan. Kalo sepeda motorkan
biasanya dipake buat kebut-kebutan, dibuat balapan. Trus kalo mobil dipake
nge-drift, di buat balapan juga. Belum lagi pesawat, menurut gua pesawat itu
kendaraan yang paling ngga sopan. Lihat aja kalo ada pesawat yang lagi atraksi,
bisa muter-muter di udara.kan ngga sopan sama yang lainnya. Trus ntar kalo abis
muter-muter diatas trus pusing gimana? Kereta api itu emang kendaraan yang
paling sopan. Emang elu pernah lihat gitu kereta api lagi balapan gitu? Trus
tiba-tiba pas mau pemberangktan keretanya jumping gitu? Ngga ada men. Kereta api itu sopan kaya gua. Selain
sopan, kereta api itu juga tau diri. Kereta api nggak pernah nyerobot jalur
busway.
Selain karena kereta
api itu kendaraan yang sopan, ongkos naik kereta api juga murah. Ongkosnya
yang murah ini karena kereta api minim
akan perawatan. Buktinya roda kereta api ngga pernah bocor. Lagian kereta api
juga ngga pernah pake onderdil buat variasi. Kereta api ngga pernah pake velg
viariasi men. Ribet soalnya kalo ganti velg nya. Apalagi kalo sampe ganti
jari-jarinya. Dan saking memasyarakatnya kereta api, sampe ada lagu yang khusus
dibuat untuk kereta api. Lagunya yang “Naik kereta api, tut-tut-tut” itu. Dan
itu lagunya udah pas buat kereta api, karena kalo diganti sama kendaraan yang
lain itu ngga enak. Misalnya kendaraannya diganti sama angkot. Lagunya mungkin
jadi gini “Naik angkot, tit-tit-tit. Ayo bang naik bang, mau kemana neng?”
Nggak enak men jadinya.
Dan fungsi batu kerikil
yang ada di rel itu untuk meredam getaran dari kereta api yang sedang melintas.
Tapi untungnya yang dipake itu batu kerikil, coba kalo yang dipake buat di rel
itu batu akik. Nggak kebayang kalo masinisnya pindah profesi jadi tukang emban
batu cincin.