A. Pembelajaran
Model NHT (Numbered Heads Together)
2.1 Pengertian Pembelajaran NHT
Teknik belajar mengajar Kepala Bernomor (Numbered Heads Together)
dikembangkan oleh Spencer Kagan (1992). Tehnik ini memberikan kesempatan
pada siswa untuk saling membagikan
ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. Selain itu, tehnik ini
juga mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerjasama mereka. Teknik ini bisa
digunakan untuk semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan usia anak didik.
Para siswa dibagi ke dalam
kelompok-kelompok kecil dan diarahkan untuk mempelajari materi pelajaran yang
telah ditentukan. Tujuan dibentuknya kelompok kooperatif adalah untuk
memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat terlibat secara aktif dalam
proses berpikir dan dalam kegiatan-kegiatan belajar. Dalam hal ini sebagian
besar aktifitas pembelajaran berpusat pada siswa, yakni mempelajari materi
pelajaran serta berdiskusi untuk memecahkan masalah
·
Menurut Suhermi (2004:43)menyatakan
bahwa “ NumberedHead Together adalah pendekatanyang dikembangkan
untukmelibatkan lebih banyak siswadalam menelaah materi yangtercakup dalam
suatu pelajarandan mengecek pemahamanmereka terhadap isi pelajarantersebut”.
·
Menurut Kagan (dalamFoster 2002:11) “
Numbered HeadTogether merupakan suatu tipemodel pembelajaran kooperatifyang
merupakan stuktursederhana dan terdiri atas empattahap yang digunakan
untukmeriview fakta-fakta daninformasi dasar yang berfungsiuntuk mengatur
interaksi siswa”.
“Dari beberapa pendapat diatas dapat
disimpulkan bahwamodel pembelajaran NumberedHead Together (NHT) adalah
suatumodel pembelajaran berkelompokyang setiap anggota kelompoknyabertanggung
jawab atas tugaskelompoknya, sehingga tidak adapemisahan antara siswa yang
satudengan siswa yang lain dalam satukelompok untuk saling memberidan menerima
antara satu denganyang lainnya.”
Pembelajaran kooperatif tipe NHT
merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada struktur
khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki
tujuan untuk meningkatkan penguasaan akademik. Tipe
ini dikembangkan oleh Kagen (dalam
Ibrahim 2000: 28) dengan melibatkan para siswa dalam menelaah bahan yang
tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi
pelajaran tersebut.
Ibrahim mengemukakan tiga tujuan
yang hendak dicapai dalam pembelajaran kooperatif dengan tipe NHT yaitu:
1. Hasil
belajar akademik stuktural
Bertujuan untuk
meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik.
2. Pengakuan
adanya keragaman
Bertujuan agar siswa
dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai latar belakang.
3. Pengembangan
keterampilan sosial
Bertujuan untuk
mengembangkan keterampilan sosial siswa.
Keterampilan yang dimaksud antara
lain berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, mau
menjelaskan ide atau pendapat, bekerja dalam kelompok dan sebagainya.Penerapan
pembelajaran kooperatif tipe NHT merujuk pada konsep Kagen dalam Ibrahim (2000:
29), dengan tiga langkah yaitu :
a) Pembentukan
kelompok;
b) Diskusi
masalah;
c)
Tukar jawaban antar kelompok
Ada beberapa manfaat pada model pembelajaran
kooperatif tipe NHT terhadapsiswa yang hasil belajar rendah yang dikemukakan
oleh Lundgren dalam Ibrahim (2000: 18), antara lain adalah :
·
Rasa harga diri menjadi lebih tinggi
·
Memperbaiki kehadiran
·
Penerimaan terhadap individu menjadi lebih besar
·
Perilaku mengganggu menjadi lebih kecil
·
Konflik antara pribadi berkurang
·
Pemahaman yang lebih mendalam
·
Meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan toleransi
·
Hasil belajar lebih tinggi
2.2 Langkah-Langkah
Model Pembelajaran NHT
Langkah-langkah tersebut kemudian dikembangkan oleh Ibrahim (2000: 29)
menjadi enam langkah sebagai berikut :
·
Langkah 1. Persiapan
Dalam tahap ini guru
mempersiapkan rancangan pelajaran dengan membuat Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS) yang sesuai dengan model
pembelajaran kooperatif tipe NHT.
·
Langkah 2. pembentukan kelompok
Dalam pembentukan
kelompok disesuaikan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Guru
membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 4 sampai 5 orang
siswa. Guru memberi nomor kepada setiap siswa dalam kelompok dan nama kelompok
yang berbeda. Kelompok yang dibentuk merupakan percampuran yang ditinjau dari
latar belakang sosial, jenis kelamin dan kemampuan belajar.Selain itu, dalam
pembentukan kelompok digunakan nilai tes (pre-test)
sebagai dasar dalam menentukan masing-masing kelompok.
Sebelum kegiatan
belajar mengajar dimulai, guru memperkenalkan keterampilan kooperatif dan
menjelaskan tiga aturan dasar dalam pembelajaran kooperatif yaitu :
1.
Tetap berada dalam kelas
2.
Mengajukan pertanyaan kepada
kelompok sebelum mengajukan pertanyaan kepada guru
3.
Memberikan umpan balik
terhadap ide-ide serta menghindari saling mengkritik sesama siswa dalam
kelompok
·
Langkah 3. Diskusi masalah
Dalam kerja kelompok,
guru membagikan LKS kepada setiap siswa sebagai bahan yang akan dipelajari.
Dalam kerja kelompok, setiap siswa berpikir bersama untuk menggambarkan dan
meyakinkan bahwa setiap orang mengetahui jawaban dari pertanyaan yang telah ada
dalam LKS atau pertanyaan yang telah diberikan oleh guru.Pertanyaan dapat
bervariasi, dari spesifik sampai yang bersifat umum.
·
Langkah 4. Memanggil nomor anggota dan pemberian jawaban
Dalam tahap ini, guru
menyebut satu nomor dan para siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang sama
mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban kepada siswa di kelas.
·
Langkah 5. Memberi kesimpulan
Guru memberikan
kesimpulan atau jawaban akhir dari semua pertanyaan yang berhubungan dengan
materi yang disajikan.
·
Langkah 6. Memberikan penghargaan atau Reward
Pada tahap ini, guru
memberikan penghargaan berupa kata-kata pujian pada siswa dan memberi nilai
yang lebih tinggi kepada kelompok yang hasil belajarnya lebih baik.
2.3 Keunggulan dan Kekurangan Model Pembelajaran tipe
NHT
1. Keunggulan/kelebihan
model pembelajaran koperatif tipe NHT
yaitu
·
Terjadinya
interaksi antara siswa melalui diskusi/siswa secara bersama dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.
·
Siswa
pandai maupun siswa lemah sama-sama memperoleh manfaat melalui aktifitas
belajar kooperatif.
·
Dengan
bekerja secara kooperatif ini, kemungkinan konstruksi pengetahuan akan manjadi
lebih besar/kemungkinan untuk siswa dapat sampai pada kesimpulan yang diharapkan.
·
Dapat
memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan bertanya,
berdiskusi, dan mengembangkan bakat kepemimpinan
2. Kelemahan/kekurangan model pembelajaran koperatif tipe
NHT yaitu
·
Siswa
yang pandai akan cenderung mendominasi sehingga dapat menimbulkan sikap minder
dan pasif dari siswa yang lemah.
·
Proses
diskusi tidak dapat berjalan lancar jika ada siswa yang sekedar
menyalin pekerjaan siswa yang pandai tanpa memiliki pemahaman yang memadai.
·
Pengelompokkan siswa memerlukan pengaturan
tempat duduk yang berbeda -beda serta membutuhkan waktu khusus.